Pemerintahan Sementara Republik Prancis
Republik Prancis République française | |
|---|---|
| 1944–1946 | |
| Semboyan: "Liberté, Égalité, Fraternité" "Kebebasan, Kesetaraan, Persaudaraan" | |
| Lagu kebangsaan: "La Marseillaise" | |
| |
Kekaisaran kolonial pada tahun 1945. (Prancis ditunjukkan dengan warna biru) | |
| Status | Pemerintahan sementara |
| Ibu kota | Aljir (de facto, 3 Juni – 31 Agustus 1944) Paris (de jure; de facto sejak 31 Agustus 1944) |
| Bahasa umum | Prancis |
| Agama | Negara sekuler
Di Alsace–Lorraine: |
| Pemerintahan | Tripartisme |
| Ketua | |
• 1944–1946 | Charles de Gaulle |
• 1946 | Félix Gouin |
• 1946 | Georges Bidault |
• 1946–1947 | Léon Blum |
| Legislatif | Majelis Nasional |
| Era Sejarah | Perang Dunia II |
• Proklamasi | 3 Juni 1944 |
| 6 Juni 1944 | |
| 15 Agustus 1944 | |
| 25 Agustus 1944 | |
| 19 Maret 1945 | |
| 8 Mei 1945 | |
| 24 Oktober 1945 | |
| 27 Oktober 1946 | |
| Luas | |
| 1946 (termasuk koloni) | 14.200.000 km2 (5.500.000 sq mi) |
| Populasi | |
• 1946 (termasuk koloni) | 200.000.000 |
| Mata uang | Franc Prancis |
Pemerintahan Sementara Republik Prancis (PGFR; Prancis: Gouvernement provisoire de la République française, GPRF) adalah pemerintahan sementara Republik Prancis antara tanggal 3 Juni 1944 dan 27 Oktober 1946, menyusul pembebasan wilayah daratan Prancis pasca Operasi Overlord dan Dragoon, serta berlangsung hingga terbentuknya Republik Prancis Keempat. Pembentukannya menandai pemulihan dan pendirian kembali secara resmi Republik Prancis yang bersifat sementara, sekaligus menjamin kesinambungan dengan Republik Prancis Ketiga yang telah berakhir.
Pemerintahan ini menggantikan Komite Pembebasan Nasional Prancis (CFLN), yang sebelumnya bertindak sebagai pemerintahan sementara Prancis di wilayah seberang laut serta wilayah metropolitan (Aljazair dan Korsika) yang telah dibebaskan oleh pasukan Prancis Merdeka. Sebagai pemerintahan Prancis pada masa perang tahun 1944–1945, tujuan utamanya adalah menangani dampak pendudukan Prancis serta melanjutkan perang melawan Jerman sebagai salah satu kekuatan utama Sekutu.
Misi utamanya (di samping perang itu sendiri) adalah mempersiapkan landasan bagi tatanan konstitusional baru yang melahirkan Republik Keempat. Selain itu, Pemerintahan ini juga melakukan sejumlah reformasi dan pengambilan keputusan politik yang penting, seperti memberikan hak pilih kepada perempuan, mendirikan École nationale d'administration, serta meletakkan dasar-dasar jaminan sosial di Prancis.