Lompat ke isi

Paus Marselus I

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Marselus I
Uskup Roma
Lukisan dinding langit-langit sakristi Gloria di San Marcello oleh Giovanni Battista Ciocchi, San Marcello al Corso, Roma, Italia
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
27 Mei 308
Akhir masa kepausan
16 Januari 309
PendahuluMarselinus
PenerusEusebius
Informasi pribadi
Lahir6 Januari 255
Roma, Italia, Kekaisaran Romawi
Meninggal16 Januari 309 (umur 54 tahun)
Roma, Italia, Kekaisaran Romawi
Orang kudus
Hari peringatan16 Januari
Paus lainnya yang bernama Marselus

Paus Marselus I (Italia: Marcello I) (6 Januari 255 – 16 Januari 309) adalah uskup Roma dari Mei atau Juni 308 hingga kematiannya pada 16 Januari 309. Ia menggantikan Paus Marselinus setelah selang waktu yang cukup lama. Di bawah pemerintahan Maxentius, ia diasingkan dari Roma pada tahun 309, karena kekacauan yang disebabkan oleh beratnya hukuman yang telah ia bebankan kepada orang-orang Kristen yang murtad akibat penganiayaan baru-baru ini. Ia meninggal pada tahun yang sama, dan digantikan oleh Paus Eusebius.[1] Peninggalannya berada di bawah altar San Marcello al Corso di Roma. Sejak tahun 1969, hari rayanya, yang secara tradisional dirayakan pada tanggal 16 Januari oleh Gereja Katolik, diserahkan kepada kalender lokal dan tidak lagi tercantum dalam Kalender Romawi Umum.

Latar Belakang Kehidupan

[sunting | sunting sumber]

Marselus I dilahirkan di Roma pada sekitar pertengahan abad ke-3. Sebelum menjadi paus, ia dikenal sebagai seorang imam yang bijaksana dan teguh dalam imannya. Kehidupannya berada di bawah bayang-bayang penganiayaan yang terus-menerus dialami oleh umat Kristen. Pengalaman ini membentuk Marselus menjadi pemimpin yang berani dan tegas dalam memperjuangkan iman Kristen.

Konteks Sejarah

[sunting | sunting sumber]

Pada masa sebelum kepausannya, Kekristenan mengalami penganiayaan hebat yang dikenal sebagai Penganiayaan Diokletianus (303–311 M). Penganiayaan ini menyebabkan banyak umat Kristen yang meninggalkan iman mereka atau dikenal sebagai lapsi. Gereja kehilangan banyak harta benda, kitab suci, serta tempat ibadah. Setelah penganiayaan mulai mereda, Gereja menghadapi tantangan besar dalam menyatukan kembali umat yang tercerai-berai.

Kepemimpinan sebagai Paus

[sunting | sunting sumber]

Marselus I diangkat menjadi paus pada tahun 308, setelah takhta kepausan mengalami kekosongan selama empat tahun akibat penganiayaan. Kepemimpinannya ditandai dengan tekad untuk memulihkan struktur Gereja dan mendisiplinkan para lapsi yang ingin kembali ke dalam komunitas Kristen.

Pemulihan Tata Tertib Gereja

[sunting | sunting sumber]

Marselus I memulai tugas berat untuk mengatur kembali hierarki Gereja. Ia membagi kota Roma menjadi beberapa distrik, masing-masing dengan imam yang bertanggung jawab untuk melayani kebutuhan spiritual umat. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua umat, termasuk mereka yang terluka secara rohani maupun fisik akibat penganiayaan, mendapatkan bimbingan pastoral.

Pendekatan terhadap Lapsi

[sunting | sunting sumber]

Marselus I mengambil sikap tegas terhadap mereka yang telah meninggalkan iman selama penganiayaan. Ia menuntut mereka untuk menjalani masa penebusan dosa yang berat sebelum diizinkan kembali ke dalam Gereja. Kebijakan ini menuai kritik dari beberapa pihak yang menganggapnya terlalu keras, tetapi Marselus tetap teguh pada pendiriannya, percaya bahwa disiplin adalah kunci untuk memulihkan kemurnian Gereja.

Konflik dengan Pemerintah Roma

[sunting | sunting sumber]

Kebijakan Marselus dalam memulihkan Gereja tidak disukai oleh Kaisar Maxentius, yang melihat aktivitas Gereja sebagai ancaman terhadap stabilitas kekaisaran. Menurut tradisi, Marselus akhirnya diasingkan oleh Kaisar Maxentius akibat keteguhan imannya. Beberapa sumber menyebut bahwa ia dipaksa bekerja di sebuah kandang hewan sebagai bentuk penghinaan sebelum akhirnya meninggal pada tahun 309.

Kematian dan Warisan

[sunting | sunting sumber]

Marselus I wafat pada tahun 309, hanya setahun setelah ia diangkat sebagai paus. Ia dianggap sebagai seorang martir, meskipun kematiannya tidak terjadi akibat eksekusi langsung, melainkan akibat penderitaan yang dialaminya selama pengasingan. Jenazahnya dimakamkan di Katakombe Santa Priscilla di Roma.

Kanosisasi dan Peringatan

[sunting | sunting sumber]

Marselus I dihormati sebagai santo dalam Gereja Katolik. Hari peringatannya dirayakan setiap tanggal 16 Januari. Ia dikenang sebagai pemimpin yang tegas, bijaksana, dan penuh pengabdian dalam menghadapi tantangan besar yang dihadapi Gereja pada masa penganiayaan.

Sumber Historis

[sunting | sunting sumber]

Informasi tentang Paus Marselus I sebagian besar berasal dari Liber Pontificalis dan catatan para sejarawan Gereja awal, seperti Eusebius dari Kaisarea. Namun, detail kehidupannya sering kali bercampur dengan legenda, yang mencerminkan penghormatan besar umat Kristen terhadap kepemimpinannya.

Didahului oleh:
Marselinus
Paus
308 - 309
Diteruskan oleh:
Eusebius

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑  Satu atau lebih kalimat sebelum ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Marcellus s.v. Marcellus I." . Encyclopædia Britannica. Vol. 17 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 685.
  1. Eusebius dari Kaisarea, Sejarah Gereja.
  2. Liber Pontificalis, edisi kritis oleh Louis Duchesne.
  3. Kelly, J.N.D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford University Press, 1986.
  4. Chapman, John. Studies in Early Church History.