Terus Berinovasi, Datadog Makin Bisa Bantu Para Perusahaan Kelola AI

Cakrawala Gintings, Dayu Akbar - Kamis, 24 September 2026 | 16:00 WIB
 
Datadog.

Datadog.

Penggunaan AI (artificial intelligence) makin lazim. Makin banyak perusahaan di Indonesia yang menggunakan AI. Pasalnya AI memungkinkan suatu perusahaan untuk meningkatkan bisnisnya. Bahkan, Meutya Hafid (Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia) menyatakan AI bisa menambah 3,67% PDB Indonesia. Namun, menggunakan AI pada lingkungan produksi memiliki berbagai tantangan. Datadog menegaskan bisa membantu para perusahaan di tanah air mengatasinya. Hal ini diungkapkan Datadog belum lama di Jakarta.

Setelah tahap percobaan yang berhasil, para perusahaan sewajarnya mengimplementasikan AI tersebut ke lingkungan produksi untuk mendapatkan manfaat yang diinginkan. Berdasarkan Datadog State of AI Engineering 2026 yang menggunakan data dari ribuan organisasi di dunia, Datadog mengemukakan penerapan AI pada lingkungan produksi sering kali menghadapi tiga tantangan utama.

Pertama adalah menjalankan tiga model AI atau lebih secara sekaligus yang berarti menghadirkan kompleksitas. Menurut Datadog State of AI Engineering 2026, sekitar 70% organisasi menjalankan hal tersebut. Kedua adalah sebagian permintaan model AI mengalami kegagalan dan sebagian besar dari kegagalan ini berhubungan dengan keterbatasan kapasitas. Sejumlah 60% kegagalan yang dimaksud adalah seperti itu. Ketiga adalah menjalankan sekumpulan peranti lunak dengan setidaknya satu keretanan yang bisa dieksploitasi yang sudah diketahui. Sebanyak 87% organisasi melakukannya.

Datadog menyebut dirinya sebagai platform observabilitas dan keamanan (siber) yang ditenagai AI. Datadog mengeklaim menawarkan visibilitas yang terpadu akan seluruh technology stack untuk mengelola kompleksitas dalam skala besar. Datadog antara lain bisa memberikan visibilitas terhadap berbagai model AI yang digunakan, termasuk perihal kegagalan permintaannya. Datadog juga bisa memberikan visibilitas terhadap aneka keretanan yang bisa dieksploitasi yang sudah diketahui dari berbagai peranti lunak, termasuk mana yang levelnya kritis.

Datadog bisa membantu para perusahaan di Indonesia mengelola AI dan keamanan siber peranti lunak. Perihal AI, Datadog misalnya bisa memberikan informasi mengenai tingkat penggunaan GPU/klaster GPU, perilaku model-model AI, dan alur-alur kerja agen-agen AI. Sementara itu, perihal keamanan siber peranti lunak, Datadog contohnya bisa memberikan informasi mengenai aneka kerentanan peranti-peranti lunak beserta skor tingkat keparahannya.

Dengan Datadog, para perusahaan di tanah air bisa mengatasi berbagai tantangan penggunaan AI pada lingkungan produksi. Dengan Datadog, para perusahaan di tanah air bisa mengelola AI dan keamanan siber peranti lunak pada lingkungan produksi secara baik, termasuk membuat perencanaan yang baik. Datadog bisa membantu para perusahaan di Indonesia menerapkan dan menjalankan AI pada lingkungan produksi dengan baik dan sejalan dengan itu mendapatkan dampak AI yang positif bagi bisnis.

(ki-ka) Karina Gunawan (Regional Vice President, Datadog, Indonesia), Shoffa Al Arofat (Senior Enterprise Solutions Engineer – Indonesia, Datadog), dan I Gusti Bagus Suardika Yasa (Vice President, Head of Software Development Engineering, Indosat Ooredoo Hutchison) saat menyampaikan bagaimana Datadog bisa membantu para perusahaan mengelola AI yang digunakan dan mengatasi masalah-masalah yang timbul.

(ki-ka) Karina Gunawan (Regional Vice President, Datadog, Indonesia), Shoffa Al Arofat (Senior Enterprise Solutions Engineer – Indonesia, Datadog), dan I Gusti Bagus Suardika Yasa (Vice President, Head of Software Development Engineering, Indosat Ooredoo Hutchison) saat menyampaikan bagaimana Datadog bisa membantu para perusahaan mengelola AI yang digunakan dan mengatasi masalah-masalah yang timbul.

“Jadi memang, selain tentunya ambisi AI-nya juga besar sekali, tapi secara kebutuhan infrastructures yang dibutuhkan, kemudian juga risiko-risiko dari sisi security juga, nah kedua ini tuh menyebabkan adanya gap yang di Datadog sendiri kita membantu customers kami untuk bisa menjebatani gap ini. Jadi, … sebenarnya tujuan Datadog adalah bagaimana kita membantu customers kita untuk bisa release AI applications atau program atau sistem yang lebih safe, lebih reliable, lebih secure,” sebut Karina Gunawan (Regional Vice President, Datadog, Indonesia).

Bantu IOH Deteksi Masalah Lebih Cepat

Salah satu perusahaan di Indonesia yang sudah menggunakan Datadog adalah IOH (Indosat Ooredoo Hutchison). IOH menyebutkan mulai menggunakan Datadog sejak tahun lalu. Sebelumnya IOH telah menggunakan beberapa perkakas pemantauan pada sejumlah bagian, tetapi mereka tidak terhubung satu sama lain. IOH mengeklaim hal tersebut membuat dirinya kesulitan mengoperasikan AI-scale system karena visibilitas sistem yang kurang baik. Datadog “mengonsolidasikan” mereka dan memberikan visibilitas sistem yang lebih baik.

IOH menyebutkan Datadog membolehkan IOH mengonsolidasikan telemetri dari jaringan, infrastruktur, aplikasi, dan keamanan siber ke dalam satu platform—Datadog—sehingga bisa memberikan sebuah single pane of glass yang real-time. IOH mengungkapkan, hanya dalam hitungan bulan, penggunaan Datadog sudah memberikan berbagai manfaat. Dengan Datadog, IOH mengeklaim mendapatkan manfaat seperti triase dan resolusi yang lebih cepat 75%, alert noise yang berkurang 40%, dan deteksi yang lebih cepat tiga kali. Dengan Datadog, IOH pun mengeklaim mendapatkan uptime 99,95% tanpa menyebutkan nilai sebelumnya.

Triase dan resolusi yang lebih cepat 75% adalah dari deteksi ke resolusi pada masalah-masalah pengembangan peranti lunak. Alert noise yang berkurang 40% adalah berkat pengurangan aneka peringatan sistem yang bernilai rendah. Deteksi yang lebih cepat tiga kali adalah untuk masalah-masalah pada sistem yang memengaruhi para konsumen. Sementara itu, uptime 99,95% adalah pada berbagai layanan core digital dan jaringan pada sistem.

“Dari sistem yang banyak, misalnya kayak AI, itu bisa ratusan sistem ada di dalamnya. Ratusan microservices gitu. Satu microservices mungkin ada, infrastructure-nya bisa sepuluh, bisa tiga puluh, gitu ya, pods-nya. Nah, itu kan kita nggak tahu tuh, misalnya setengah pods-nya mati, kok lambat, gitu ya. Kalau mati total, mungkin gampang dilihatnya, oh mati, udah ketemu, gitu ya, tapi begitu dia slowness, itu kan, itu yang, yang, yang ini, yang, yang susah kita untuk cari gitu, dan biasanya itu yang membutuhkan energi dalam komunikasi,” ungkap I Gusti Bagus Suardika Yasa (Vice President, Head of Software Development Engineering, Indosat Ooredoo Hutchison).

123


Latest

Popular

Tag Popular